Jumat, 18 Maret 2011

Say YES to GAMBARU!

Saya tertarik untuk men share artikel ini, karena sangat inspiratif

semoga bermanfaat bagi pembaca.

Selamat membaca

________________________

Oleh Rouli Esther Pasaribu pada 14 Maret 2011 jam 12:02

Terus terang aja, satu kata yang bener2 bikin muak jiwa raga setelah tiba di Jepang dua tahun lalu adalah : GAMBARU alias berjuang mati-matian sampai titik darah penghabisan. Muak abis, sumpah, karena tiap kali bimbingan sama prof, kata-kata penutup selalu : motto gambattekudasai (ayo berjuang lebih lagi), taihen dakedo, isshoni gambarimashoo (saya tau ini sulit, tapi ayo berjuang bersama-sama), motto motto kenkyuu shitekudasai (ayo bikin penelitian lebih dan lebih lagi). Sampai gw rasanya pingin ngomong, apa ngga ada kosa kata lain selain GAMBARU? apaan kek gitu, yang penting bukan gambaru.

Gam baru itu bukan hanya sekadar berjuang2 cemen gitu2 aja yang kalo males atau ada banyak rintangan, ya udahlah ya...berhenti aja. Menurut kamus bahasa jepang sih, gambaru itu artinya : "doko made mo nintai shite doryoku suru" (bertahan sampai kemana pun juga dan berusaha abis-abisan) Gambaru itu sendiri, terdiri dari dua karakter yaitu karakter "keras" dan "mengencangkan". Jadi image yang bisa didapat dari paduan karakter ini adalah "mau sesusah apapun itu persoalan yang dihadapi, kita mesti keras dan terus mengencangkan diri sendiri, agar kita bisa menang atas persoalan itu" (maksudnya jangan manja, tapi anggap semua persoalan itu adalah sebuah kewajaran dalam hidup, namanya hidup emang pada dasarnya susah, jadi jangan ngarep gampang, persoalan hidup hanya bisa dihadapi dengan gambaru, titik.). Terus terang aja, dua tahun gw di jepang, dua tahun juga gw ngga ngerti, kenapa orang2 jepang ini menjadikan gambaru sebagai falsafah hidupnya.

Bahkan anak umur 3 tahun kayak Joanna pun udah disuruh gambaru di sekolahnya, kayak pake baju di musim dingin mesti yang tipis2 biar ngga manja terhadap cuaca dingin, di dalam sekolah ngga boleh pakai kaos kaki karena kalo telapak kaki langsung kena lantai itu baik untuk kesehatan, sakit2 dikit cuma ingus meler2 atau demam 37 derajat mah ngga usah bolos sekolah, tetap dihimbau masuk dari pagi sampai sore, dengan alasan, anak akan kuat menghadapi penyakit jika ia relawan penyakitnya itu sendiri.

Akibatnya, kalo naik sepeda di tanjakan sambil bonceng Joanna, dan gw ngos2an kecapean, otomatis Joanna ngomong : Mama, gambare! Mama faitoooo! (mama ayo berjuang, mama ayo fight!). Pokoknya jangan manja sama masalah deh, gambaru sampe titik darah penghabisan it's a must!

Gw bener2 baru mulai sedikit mengerti mengapa gambaru ini penting banget dalam hidup, adalah setelah terjadi tsunami dan gempa bumi dengan kekuatan 9.0 di jepang bagian timur. Gw tau, bencana alam di Indonesia seperti tsunami di aceh, nias dan sekitarnya, gempa bumi di padang, letusan gunung merapi....juga bukanlah hal yang gampang untuk dihadapi.

Tapi, tsunami dan gempa bumi di jepang kali ini, jauuuuuh lebih parah dari semuanya itu. Bahkan, ini adalah gempa bumi dan tsunami terparah dan terbesar di dunia. Wajaaaaaaar banget kalo kemudian pemerintah dan masyarakat jepang panik kebingungan karena bencana ini. Wajaaaaar banget kalo mereka kemudian mulai ngerasa galau, nangis2, ga tau mesti ngapain.

Bahkan untuk skala bencana sebesar ini, rasanya bisa "dimaafkan" jika stasiun-stasiun TV memasang sedikit musik latar ala lagu-lagu ebiet dan membuat video klip tangisan anak negeri yang berisi wajah-wajah korban bencana yang penuh kepiluan dan tatapan kosong tak punya harapan. bagaimana tidak, tsunami dan gempa bumi ini benar-benar menyapu habis seluruh kehidupan yang mereka miliki. Sangat wajar jika kemudian mereka tidak punya harapan.

Tapi apa yang terjadi pasca bencana mengerikan ini? Dari hari pertama bencana, gw nyetel TV dan nungguin lagu-lagu ala ebiet diputar di stasiun TV. Nyari-nyari juga di mana rekening dompet bencana alam. Video klip tangisan anak negeri juga gw tunggu2in. Tiga unsur itu (lagu ala ebiet, rekening dompet bencana, video klip tangisan anak negeri), sama sekali ngga disiarkan di TV.

Jadi yang ada apaan dong? Ini yang gw lihat yang disiarkan di stasiun2 TV JEPANG :

1. Peringatan pemerintah agar setiap warga tetap waspada

2. Himbauan pemerintah agar seluruh warga jepang bahu membahu menghadapi bencana (termasuk permintaan untuk menghemat listrik agar warga diwilayah tokyo dan tohoku ngga lama-lama terkena mati lampu)

3. Permintaan maaf dari pemerintah karena terpaksa harus melakukan pemadaman listrik terencana

4. Tips-tips menghadapi bencana alam

5. Nomor telepon call centre bencana alam yang bisa dihubungi 24 jam

6. Pengiriman tim SAR dari setiap perfektur menuju daerah-daerah yang terkena bencana

7. Potret warga dan pemerintah yang bahu membahu menyelamatkan warga yang terkena bencana (sumpah sigap banget, nyawa di jepang benar-benar bernilai banget harganya)

8. Pengobaran semangat dari pemerintah yang dibawakan dengan gaya tenang dan tidak emosional : mari berjuang sama-sama menghadapi bencana, mari kita hadapi (government official pake kata norikoeru, yang kalo diterjemahkan secara harafiah : menaiki dan melewati) dengan sepenuh hati

9. Potret para warga yang terkena bencana, yang saling menyemangati:”ada yang nyari istrinya, belum ketemu2, mukanya udah galau banget, tapi tetap tenang dan ngga emosional, disemangati nenek2 yang ada ditempat pengungsian : gambatte sagasoo! kitto mitsukaru kara. Akiramenai de (ayo kita berjuang cari istri kamu. Pasti ketemu. Jangan menyerah)”.

Tulisan di twitter : ini gempa terbesar sepanjang sejarah. Karena itu, kita mesti memberikan usaha dan cinta terbesar untuk dapat melewati bencana ini; Gelap sekali di Sendai, lalu ada satu titik bintang terlihat terang. Itu bintang yang sangat indah. Warga Sendai, lihatlah ke atas.

Sebagai orang Indonesia yang tidak pernah melihat cara penanganan bencana ala gambaru kayak gini, gw bener-bener merasa malu dan di saat yang bersamaan : kagum dan hormat banget sama warga dan pemerintah Jepang. Ini negeri yang luar biasa, negeri yang sumber daya alamnya terbatas banget, negeri yang alamnya keras, tapi bisa maju luar biasa dan punya mental sekuat baja, karena : falsafah gambaru-nya itu. Bisa dibilang, orang-orang jepang ini ngga punya apa-apa selain GAMBARU. Dan, gambaru udah lebih dari cukup untuk menghadapi segala persoalan dalam hidup.

Bener banget, kita mesti berdoa, kita mesti pasrah sama Tuhan. Hanya, mental yang apa-apa "nyalahin" Tuhan, bilang2 ini semua kehendakNya, Tuhan marah pada umatNya, Tuhan marah melalui alam maka tanyalah pada rumput yang bergoyang.....

I guarantee you 100 percent, selama masih mental ini yang berdiam didalam diri kita, sampai kiamat sekalipun, gw rasa bangsa kita ngga akanbisa maju. kalau ditilik lebih jauh, "menyalahkan" Tuhan atas semua bencana dan persoalan hidup, sebenarnya adalah kata lain dari ngga berani bertanggung jawab terhadap hidup yang dianugerahkan Sang Pemilik Hidup. Jika diperjelas lagi, ngga berani bertanggungjawab itu maksudnya: lari dari masalah, ngga mau ngadepin masalah, main salah2an, ngga mau berjuang dan baru ketemu sedikit rintangan aja udah nangis manja.

Kira-kira setahun yang lalu, ada sanak keluarga yang mempertanyakan, untuk apa gw menuntut ilmu di Jepang. Ngapain ke Jepang, ngga ada gunanya, kalo mau S2 atau S3 mah, ya di eropa atau amerika sekalian, kalo di Jepang mah nanggung. Begitulah kata beliau.

Sempat terpikir juga akan perkataannya itu, iya ya, kalo mau go international ya mestinya ke amrik atau eropa sekalian, bukannya jepang ini. Toh sama-sama asia, negeri kecil pula dan kalo ga bisa bahasa jepang, ngga akan bisa survive di sini. Sampai sempat nyesal juga,kenapa gw ngedaleminnya sastra jepang dan bukan sastra inggris atau sastra barat lainnya.

Tapi sekarang, gw bisa bilang dengan yakin sama sanak keluarga yang menyatakan ngga ada gunanya gw nuntut ilmu di jepang. Pernyataan beliau adalah salah sepenuhnya. Mental gambaru itu yang paling megang adalah jepang. Dan menjadikan mental gambaru sebagai way of life adalah lebih berharga daripada go international dan sejenisnya itu. Benar, sastra jepang, gender dan sejenisnya itu, bisa dipelajari di mana saja. Tapi, semangat juang dan mental untuk tetap berjuang abis-abisan biar udah ngga ada jalan, gw rasa, salah satu tempat yang ideal untuk memahami semua itu adalah di jepang. Dan gw bersyukur ada di sini, saat ini.

Maka, mulai hari ini, jika gw mendengar kata gambaru, entah di kampus, di mall, di iklan-iklan TV, di supermarket, di sekolahnya joanna atau dimana pun itu, gw tidak akan lagi merasa muak jiwa raga.

Sebaliknya, gw akan berucap dengan rendah hati : Indonesia jin no watashi ni gambaru no seishin to imi wo oshietekudasatte, kokoro kara kansha itashimasu. Nihon jin no minasan no yoo ni, gambaru seishin wo mi ni tsukeraremasu yoo ni, hibi gambatteikitai to omoimasu. (Saya ucapkan terima kasih dari dasar hati saya karena telah mengajarkan arti dan mental gambaru bagi saya, seorang Indonesia. Saya akan berjuang tiap hari, agar mental gambaru merasuk dalam diri saya, seperti kalian semuanya, orang-orang Jepang).

Say YES to GAMBARU!

Rabu, 02 Maret 2011

Selamatkan Diri dari Inflasi

Note: Daku tertarik untuk memuat tips singkat dari Famega Syavira ke blog ini, karena dapat mengingatkan kita untuk berjaga-jaga jikalau ada kemungkinan masa sulit dikemudian hari.

selamat membaca semoga terinspirasi.)

Uang semakin tak bernilai dalam kondisi ekonomi yang tendensi inflasinya tinggi. "Uang makin berkurang nilainya jika kenaikan inflasi lebih cepat daripada kenaikan pendapatan," kata ekonom Mandiri Sekuritas Destry Damayanti.

Inflasi adalah kenaikan harga-harga secara umum sehingga mengurangi daya beli. Tahun 2010 inflasi di Indonesia mencapai 6,96 persen. Ini artinya daya beli uang kita berkurang hampir 7 persen dari nilai tahun 2009. Bayangkan penyusutan yang akan terjadi dalam sepuluh atau dua puluh tahun mendatang.

Tingkat inflasi dihitung dari kenaikan harga kebutuhan sehari-hari. Unsur pembentuk inflasi adalah bahan makanan, makanan jadi, minuman, tembakau, perumahan, sandang, kesehatan, olahraga, pendidikan, transportasi dan komunikasi.

Destry menyarankan agar Anda membeli aset yang dapat diandalkan untuk mengimbangi inflasi. Nilai aset ini diharapkan akan naik lebih tinggi dari laju inflasi. Ada dua pilihan yang bisa dipertimbangkan, yakni aset fisik atau aset finansial.

Aset fisik antara lain properti (rumah, tanah, sawah atau apartemen), emas, dan mata uang asing. Dulu, dolar Amerika menjadi mata uang asing yang dapat diandalkan. "Tapi sekarang dolar terus melemah secara global, jadi tunda dulu membeli dolar," kata dia. Mata uang lain yang menguat adalah yuan Cina dan dolar Singapura. Sayangnya dua mata uang ini lebih sulit diperdagangkan.

Adapun aset finansial yang dapat dipilih adalah saham dan obligasi. Tak ingin repot, reksadana bisa menjadi pilihan. Membuka rekening tabungan dan deposito memang baik untuk jangka pendek. Namun pilihan ini tidak optimal jika diterapkan dalam jangka panjang keuntungan dari bunga bank tak lebih dari kenaikan inflasi. Saat ini bunga deposito tertinggi hanya 7 persen.

Tak punya dana untuk membeli aset? Menabunglah dari sekarang dan kurangi belanja yang tak perlu. Ingat pepatah lama; sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.

Famega Syavira

Famega Syavira Putri, penulis, editor Yahoo! Indonesia.

Email: redaksi[at]yahoo-inc[dot]com

Senin, 28 Februari 2011

Mengapa bangsa Asia kalah dgn bangsa Barat

Waktu dapet email tulisan ini dari salah satu rekan kerja , jadi tertarik untuk menyimak dan menshare juga lewat blog ini.

Semoga berguna bagi pembaca

Mengapa bangsa Asia kalah dgn bangsa Barat

Prof. Ng Aik Kwang dari University of Queensland, dalam bukunya "Why
Asians Are Less Creative Than Westerners" (2001) yang dianggap
kontroversial tapi ternyata menjadi "best seller".
(
www.idearesort.com/trainers/T01.p) mengemukakan beberapa hal ttg
bangsa-bangsa Asia yang telah membuka mata dan pikiran banyak orang:

1. Bagi kebanyakan org Asia, dlm budaya mereka, ukuran sukses dalam
hidup adalah banyaknya materi yang dimiliki (rumah, mobil, uang dan
harta lain). Passion (rasa cinta thdp sesuatu) kurang dihargai.
Akibatnya, bidang kreatifitas kalah populer oleh profesi dokter, lawyer,
dan sejenisnya yang dianggap bisa lebih cepat menjadikan seorang utk
memiliki kekayaan banyak.

2. Bagi org Asia, banyaknya kekayaan yg dimiliki lbh dihargai drpd CARA
memperoleh kekayaan tersebut. Tidak heran bila lebih banyak orang
menyukai ceritera, novel, sinetron atau film yang bertema orang miskin
jadi kaya mendadak karena beruntung menemukan harta karun, atau
dijadikan istri oleh pangeran dan sejenis itu. Tidak heran pula bila
perilaku koruptif pun ditolerir/ diterima sbg sesuatu yg wajar.

3. Bagi org Asia, pendidikan identik dengan hafalan berbasis "kunci
jawaban" bukan pada pengertian. Ujian Nasional, tes masuk PT dll semua
berbasis hafalan. Sampai tingkat sarjana, mahasiswa diharuskan hafal
rumus2 Imu pasti dan ilmu hitung lainnya bukan diarahkan utk memahami
kapan dan bagaimana menggunakan rumus rumus tersebut.

4. Karena berbasis hafalan, murid2 di sekolah di Asia dijejali sebanyak
mungkin pelajaran. Mereka dididik menjadi "Jack of all trades, but
master of none" (tahu sedikit sedikit ttg banyak hal tapi tidak
menguasai apapun).

5. Karena berbasis hafalan, banyak pelajar Asia bisa jadi juara dlm
Olympiade Fisika, dan Matematika. Tapi hampir tidak pernah ada org Asia
yang menang Nobel atau hadiah internasional lainnya yg berbasis inovasi
dan kreativitas.

6. Orang Asia takut salah (KIASI) dan takut kalah (KIASU). Akibat- nya
sifat eksploratif sbg upaya memenuhi rasa penasaran dan keberanian
untuk mengambil resiko kurang dihargai.

7. Bagi kebanyakan bangsa Asia, bertanya artinya bodoh, makanya rasa
penasaran tidak mendapat tempat dalam proses pendidikan di sekolah

8. Karena takut salah dan takut dianggap bodoh, di sekolah atau dalam
seminar atau workshop, peserta jarang mau bertanya tetapi stlh sesi
berakhir peserta mengerumuni guru / narasumber utk minta penjelasan
tambahan.

Note: Secara pribadi saya sangat setuju dengan apa yang di kemukakan
Prof Ng Aik Wang. Karena hal itu juga juga saya rasakan dan telah
menjadi keprihatinan saya sejak lama. Saya juga pernah jadi produk
(korban) sistem pendidikan Indonesia. Bila anda juga tertarik utk
mengetahui lebih banyak silahkan search di Google atau pesan buku nya
keAmazon.com

Dlm bukunya Prof.Ng Aik Kwang menawarkan bbrp solusi sbb:

1. Hargai proses. Hargailah org krn pengabdiannya bukan karena
kekayaannya. Percuma bangga naik haji atau membangun mesjid atau
pesantren tapi duitnya dari hasil korupsi

2. Hentikan pendidikan berbasis kunci jawaban. Biarkan murid memahami
bidang yang paling disukainya

3. Jangan jejali murid dgn banyak hafalan, apalagi matematika. Untuk apa
diciptakan kalkulator kalau jawaban utk X x Y harus dihapalkan? Biarkan
murid memilih sedikit mata pelajaran tapi benar2 dikuasainya

4. Biarkan anak memilih profesi berdasarkan PASSION (rasa cinta) nya
pada bidang itu, bukan memaksanya mengambil jurusan atau profesi
tertentu yg lebih cepat menghasilkan uang

5. Dasar kreativitas adlh rasa penasaran& berani ambil resiko. AYO
BERTANYA!

6. Guru adlh fasilitator, bukan dewa yang harus tahu segalanya. Mari
akui dgn bangga kl KT TDK TAU!

7. Passion manusia adalah anugerah Tuhan..sebagai orang tua kita
bertanggung-jawab untuk mengarahkan anak kita untuk menemukan passionnya
dan mensupportnya.

Mudah2an dengan begitu, kita bisa memiliki anak-anak dan cucu yang
kreatif, inovatif tapi juga memiliki integritas dan idealisme tinggi
tanpa korupsi



"sometimes what you see is not what you believing"

Rabu, 09 Februari 2011

Mencinta Hingga Terluka

Info belajar konseling:
Www.pedulikonseling.or.id


Mencinta Hingga Terluka:
Proses Memaafkan
( Roswitha & Julianto)


Ada lima tahap penting dalam proses kita mengampuni orang lain. Pertama, adalah kemampuan menyadari dan menerima rasa sakit hati kita akibat perbuatan orang lain. Jangan menolak, menyangkal atau menganggap remeh sakit hati anda itu. Sadari juga akibat-akibat yang sudah ditimbulkan rasa sakit itu.

Kedua, cobalah memahami alasan orang itu menyakiti hati anda. Mengampuni hanya akan terjadi bila kita mengulurkan tangan kita kembali kepada pihak yang bersalah. Berusaha melihat nilai-nilai baik yang ada pada orang yang melukai kita. Belajar memahami dari perspektif orang tersebut, meski hal ini tidaklah mudah.

Ketiga sadarilah bahwa ada kalanya anda tidak sanggup memikul akibat itu sendirian.Anda perlu membagikan kesusahan dan penderitaan anda pada seseorang yang anda percayai. Ada kalanya anda frustrasi menghadapi kenyataan itu dan kadang menjadi begitu sayang diri. Misal, muncullah pertanyaan : ”mengapa saya harus mengalami hal ini.?” Kita juga perlu ingat bahwa masa lalu adalah kenyataan yang tidak dapat diubah, kita harus belajar menerimanya dan bahkan menjadikannya bagian penting dari pembentukan diri kita seutuhnya. Dengan kesadaran ini akan muncul kekuatan dan kemauan untuk membangun kembali hubungan dengan orang yang sudah melukai kita. Pengampunan berarti kita membuka dan membangun kembali hubungan yang sudah rusak dan retak tadi.

Keempat, kadang juga timbul kemarahan. Kita tidak mau menjadi korban dari kesalahan orang lain. Tahap kelima adalah, anda mulai menerima kenyataan anda terluka dan haryus menghadapi secara riel. Pada tahap ini anda berusaha menjadi pribadi yang tetap bahagia meski mengalami kesusahan akibat ulah orang lain.

Satu hal yang kita syukuri adalah bahwa pengalaman terluka ini akan membuat kita punya kekuatan untuk menghadapi luka yang akan terjadi di masa yang akan datang. Dalam sebuah relasi yang dekat dan kuat akan selalu ada kemungkinan untuk kita saling mengecewakan.

Tidak Memaafkan Adalah Kejahatan

Memaafkan atau tidak adalah sebuah pilihan. Memaafkan atau tidak adalah sebuah pencobaan yang besar. Kita harus memutuskan bagi diri kita sendiri, kita mengampuni atau tidak. Mengampuni memang berisiko. Kita berkorban perasaan, harga diri, dan lainnya. Tetapi bila kita memutuskan tidak mau mengampuni, itu juga pilihan yang berisiko. Ini dapat menyita energi, semangat bahkan kesehatan kita. Jika kita tidak mengampuni, itu justru menghukum diri kita sendiri. Dendam akan menghukum kita, merampas energi, waktu kita, menghancurkan kesenangan dan juga kesehatan kita. Pepatah Cina berkata, ”Siapa bermaksud membalas dendam, ia harus menggali dua lubang kubur”. Dendam juga dapat merusak hubungan pribadi kita dengan Allah.

Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya. Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?

Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya. Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."

Selain suatu kejahatan, tidak mengampuni adalah sebuah ikatan, sebuah penjara yang paling kejam. Hanya kuasa cinta Tuhan dapat membebaskan kita.

Beberapa Langkah Praktis Untuk Memaafkan :

1. Mengakui kebutuhan anda untuk disembuhkan

Bagi banyak orang hal ini bukan masalah, tetapi jika kita terluka dan tidak mengakui, maka jelas tidak ada tempat untuk pertolongan. Mengakui kebutuhan kita merupakan suatu tanda kesehatan mental yang baik dan bukti sikap yang jujur. Seringkali kita ingin mengakui tapi kita takut untuk ditolak. Kerelaan untuk belajar dan kerendahan-hatilah yang akan mengizinkan kesembuhan dimulai. Mulailah bersikap jujur dengan Allah, kemudian cari teman yang bisa mengerti keadaan anda. Kejujuran akan mendatangkan kasih karunia Allah dalam hidup kita.

2. Mengakui emosi yang negatif

Beberapa di antara kita mengarungi kehidupan dengan mengumpulkan emosi yang negatif. Kita tidak diajarkan bagaimana mengenali atau mengkomunikasikan perasaan kita sehingga kita menimbun kemarahan, kekecewaan, ketakutan, kepahitan dan emosi negatif lain sejak kanak-kanak. Kita menindih emosi negatif yang satu di atas yang lain, sama seperti menumpuk sampah. Proses penimbunan emosi ini menghasilkan akibat yang tragis.

Emosi itu sendiri bukanlah dosa. Emosi dapat menghasilkan sikap berdosa jika diarahkan dengan cara yang negatif kepada Allah, diri sendiri, dan orang lain. Untuk memutuskan lingkaran penindasan emosi mintalah Allah untuk memberi Anda kesempatan mengungkapkannya kepada orang yang mengerti anda dan memberikan dorongan untuk jujur dengan perasaan anda.

3. Belajar mengampuni

Mengampuni bukan sekedar melupakan kesalahan yang dilakukan seseorang terhadap kita. Mengampuni berarti memaafkan orang untuk kesalahan yang telah diperbuatnya. Mengampuni berarti menunjukkan kasih dan penerimaan, meskipun disakiti. Mengampuni seringkali merupakan suatu proses dan bukan suatu tindakan ‘sekali jadi’.

Pengampunan adalah membuat keputusan secara sadar untuk berhenti membenci karena kebencian itu sama sekali tidak ada gunanya. Kita terus mengampuni sampai rasa sakit itu hilang. Semakin dalam lukanya, semakin besar energi atau daya pengampunan itu diperlukan. Memaafkan bukanlah tindakan yang dilakukan kadang-kadang saja, melainkan merupakan sikap yang permanen. Sama seperti seorang dokter harus membersihkan luka di tubuh kita dan menjaga agar jangan terkena infeksi supaya dapat sembuh dengan baik. Begitu pula kita harus menjaga kebersihan luka-luka batin kita dari kepahitan supaya luka itu cepat sembuh.

Mengampuni adalah antiseptik bagi luka batin kita. Jika kita sudah menerima pengampunan secara cuma-cuma dari Tuhan. Dia meminta kita memaafkan sesama kita yang bersalah kepada kita.

Akhirnya, Menerima Maaf Melegakan Hati. Memaafkan Diri Sendiri itu Sehat. Memaafkan Sesama, itu Ilahi. Melatih Orang Memaafkan, itu Mulia. Membantu Orang Menerima Pengampunan Tuhan, itu memberinya Hidup Kekal.

Dari buku Mencinta Hingga Terluka (Gramedia)

Oleh:
Roswitha Ndraha dan Julianto Simanjuntak

Pengantar: Prof. Irwanto, Ph.D
(Guru Besar Fak Psikologi Unika Atmajaya Jakarta)

Endorsemen oleh Agung Adiprasetyo (CEO Kompas-Gramedia)






sumber : Peduli Konseling Nusantara
Visi: 1 Pusat Konseling setiap Kota (Pelikan, 2030)

"Harapkanlah hal-hal yg besar dari Allah; usahakanlah hal-hal besar bagi Allah." (William Carey)

Minggu, 06 Februari 2011

Rasa Malas


Rasa malas kerap digambarkan sebagai hilangnya motivasi seseorang untuk
melakukan kegiatan atau pekerjaan. Ini merupakan sejenis penyakit mental
yang dapat berakibat buruk dan sangat merugikan. Perasaan malas dapat
menyebabkan kinerja seseorang menjadi kacau karena tidak mengerjakan
tugas-tugasnya dengan baik. Segala macam kesuksesan tidak akan menghampiri
bila penyakit ini masih menempel dalam diri seseorang.

Menurut Edy Zaqeus, rasa malas diartikan sebagai keengganan seseorang
untuk melakukan sesuatu. Yang termasuk dalam keluarga besar malas adalah
menolak tugas, tidak disiplin, tidak tekun, rasa sungkan, suka menunda
pekerjaan, dan mengalihkan diri dari kewajiban. Malas berdampak terhadap
produktivitas kerja. Karena malas, seseorang menjadi tidak produktif
bahkan mengalami stagnasi. Badan terasa lesu, semangat dan gairah menurun,
ide pun tak mengalir. Akibatnya, kita tidak mempunyai kekuatan apa pun
untuk bekerja secara optimal. Jika dibiarkan berlarut-larut, penyakit
malas akan semakin ‘kronis’.

Negatif

Kebiasaan malas biasanya muncul lantaran kita suka mengaitkan pemikiran
dengan sudut pandang yang negatif. Saat membayangkan setumpuk tugas yang
harus dilakukan atau kegiatan lain yang menjadi tanggung jawab kita,
bukannya segera kita selesaikan pekerjaan itu, kita malah menundanya
sehingga mengundang stres.

Untuk mengatasi rasa malas, kita harus membuat tujuan dalam menjalankan
aktivitas sehari-hari. Tanpa tujuan yang benar, kita hanya bergerak secara
naluriah. Posisi seperti ini akan membuat kita menjadi pasif, yang
ditandai dengan selalu menunggu perintah, tergantung pada situasi, dan
cenderung menyerah kepada nasib. Untuk memunculkan gairah dan motivasi,
kita harus berani memutuskan tujuan hidup kita.

Selain itu, Anda perlu selalu mengasah kemampuan. Dengan memiliki
kemampuan yang baik, perasaan malas dapat segera diatasi. Dalam hal ini,
Anda dapat menghadapi dan menyelesaikan masalah di pekerjaan karena
memiliki kemampuan untuk melakukannya. Dengan sendirinya, ini akan
memperkuat rasa percaya diri, menebalkan komitmen pencapaian tujuan, dan
tentu saja menumbuhkan semangat. Sebaliknya, bila kita menolak aktivitas
pembelajaran, komitmen kita akan melemah yang pada gilirannya dapat
menurunkan semangat kerja dan menimbulkan kemalasan yang berkepanjangan.

Menambah pergaulan juga dapat mengatasi rasa malas yang timbul di kantor.
Sebaiknya Anda jangan terlalu lama duduk berdiam diri. Dengan bangkit dan
menghampiri orang-orang yang sedang tekun serta semangat dalam melakukan
pekerjaannya, akan membangkitan motivasi kita untuk bekerja. Pancaran
optimisme dan semangat itu dapat menginspirasi kita, bahkan menularkan
semangat yang sama kepada orang lain. Selain itu, menerapkan disiplin
dalam aktivitas sehari-hari merupakan obat mujarab untuk menumbuhkan
kebiasaan positif dalam diri kita.

Bangkit dari Malas

Bila segala daya dan upaya telah Anda lakukan namun perasaan malas itu
tetap bercokol dalam diri Anda, maka cobalah tips yang telah dipraktikkan
oleh Rahmadsyah, seorang Mind-Therapist, ini. Menurutnya, seseorang yang
mengetahui bahwa dirinya sedang malas dapat menggunakan perasaan itu
sebagai alat untuk mencapai hasrat terbesar. Bagaimana caranya? Berikut
ini cara yang pernah ia praktikkan:

Pertama, control the state.

Jika rasa malas merasuki tubuh dan pikiran Anda, segeralah mengubah
kondisi fisik Anda. Kalau tadinya Anda duduk dengan bahu agak turun ke
bawah, sehingga tubuh Anda tak bertenaga, lemah, lesu, letih, dan loyo,
sekarang bangkitlah dan berdiri tegak. Lihat ke atas, tarik napas yang
dalam, kemudian hembuskan kembali. Lakukan sebanyak 3x atau sampai Anda
merasa nyaman.

Kedua, visualisasikan mimpi Anda.

”Saya pernah mempraktikkan ini bersamaan dengan control the state dan
hasilnya luar biasa,” ungkap Rahmadsyah. Anthony Robbins juga menuliskan
dalam bukunya Awaken The Giant Within bahwa salah satu penyebab seseorang
tidak termotivasi hingga jadi tidak bersemangat dan bermalas-malasan,
karena mimpi-mimpi yang Anda tulis atau Anda inginkan, kurang
menginspirasi Anda untuk bertindak. Tatkala Anda mencoba
memvisualisasikannya, Anda telah melakukan perubahan besar. Anda telah
mengganti pikiran dan fokus, dari tatapan kosong, blank, tidak tahu harus
melakukan apa menjadi terisi gambaran besar akan terwujudnya cita-cita
Anda. Semakin kuat visualisasi Anda, gambar, suara, semakin detail Anda
melakukannya, semakin besar pula khasiatnya.

Sekalipun seseorang memiliki cita-cita atau impian yang besar, jika
kemalasannya mudah muncul, cita-cita atau impian besar itu akan tetap
tinggal di alam mimpi. Jadi, kalau kita ingin sukses, buanglah perasaan
malas Anda dan bangkitlah! ■ Muchamad Ifand

(di share dari milis)

Jadi pilihan di tangan kita